Kamis, 09 Februari 2012

Cerita Uyung & Amak (Sesi Misteri)

Ayahnya Ayam

Uyung yang baru pulang dari ternak bang Udin langsung menyinggahkan diri ke rumah pamannya. Paman sedang menyabut sabut kelapa tua yang baru tadi pagi dipetik Uyung.
"Paman, kenapa ayam-ayam bang Udin itu bisa bertelur sendirik tanpa dikawini sama si jago?"
"Ah kau, bukan mengucapkan salam terlebeh dahulu. Apa hal kau ni?"
"Itu ayam-ayam bang Udin bertelur sendiri. Kalau tak dikawini si jago, berarti anak-anak ayam itu tak ade bapaknyo? Bukan kah begitu paman?"
"Itu kuasa Allah Yuuuung. Tidak semua binatang bisa macam tuh. Tengok cacing tu! Dia jugak bertelur tanpa ada proses pembuahan. Allah sudah berkuasa atas segala sesuatuNya, tinggal engkau lah yang berfikir."
"Oh macam itu yeee. Baeklah paman, aku nak naek ke rumah. Tengok-tengok si Murni mungkin dah siap memasak, aku lapar sekali." Uyung langsung menggowes sepedanya meluncur ke belakang rumah panggung milik pamannya.
"Aih budak sekarang nih tak ade sopan-sopannya. Tak salam. Tak terimakasih. Ilmu tuh kan mahal. Aiiih ya ya." Paman menggerutu.

-o0o-

Misteri Alam

Seperti biasa Uyung selalu ke rumah pamannya untuk memetik kelapa atau membantu paman menyiangi rumput dan ilalang. Setelah kemarin Uyung bertanya masalah ayam tanpa bapak, sekarang giliran pamannya yang bertanya sama Uyung.
“Yung kalau malam hari di langit penuh bintang, kalau siang kenapa tidak ada bintang?”
“Aha, kalau bintang itu hanya terlihat kalau gelap saja paman. Kalau siang kan terang.”
“Bukankah bintang itu menghasilkan cahaya juga, lalu kenapa malam masih gelap?”
“Mungkin karena jauh ya paman?”
“Sekarang kalau lilin menyala cahayanya dapat menerangi kamar yang gelap. Kalau lilin itu ditiup lalu mati, kemana cahayanya?”
“Paman nih pertanyaannya sulit sekali. Mana yah, aku tak tau paman.”
“Matahari itu memiliki cahaya yang tak pernah padam. Benar bintang itu jauh dan cahayanya kalah sama cahaya matahari. Kalau lilin itu padam karena lilin tak memiliki sumber cahaya yang tetap seperti matahari. Hanya saja mata kita tak bisa beradaptasi dengan gelap seperti mata beradaptasi dengan terang.”
“Oh begitu yah paman. Kalau astronot itu berada di luar angkasa saat siang atau malam yah paman?”
“Diluar atsmosphere kita sudah tidak ada siang atau malam, yang ada yaitu saat astronot terlindung dari cahaya matahari berarti sedang gelap, kalau tidak terlindung sedang terang.”

-o00o-

4 komentar:

  1. cerita yang bagus, ditunggu cerita berikutnya xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikuti terus yah cerita berseri "Uyung dan Amak"
      Aku akan bikin sampai Uyung tamat SMA
      he he he

      Hapus
  2. cerita yg unik & mnarik !
    salam bloofers :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga Sandy, salam bloffers juga

      Hapus