Rabu, 14 Desember 2011

(Hahay Story 063) Pema Bruk!


Seorang pemabuk naik motor, hari ini dia nabrak tiang listrik. Lalu ada cewek cantik yang kebetulan lewat disitu bertanya.
"Apa gak bisa lihat ada tiang listrik disitu bang?"
Karena malu ia menjawab, "Lihat neng, sengaja ditabrak, cuma pengen nyoba helm baru doang."
"Abang. Sakit yah bang?"
"Enggak neng, cuma kakinya lecet."
"Yang eneng maksud, sakit otaknya
abang!"

Eh besoknya si pemabuk nabrak pohon mahoni. Ada ibu-ibu yang mengerumuni bertanya.
"Kamu mabuk yah?"
Karena malu ia menjawab, "Ah enggak buk, saya enggak mabuk, cuma telat ngerem aja."
"Apa gak lihat ada pohon disitu?" tanya ibu lainnya.
"Lihat buk. Tapi pohon itu tiba-tiba aja nyebrang jalan."

Besoknya lagi si pemabuk nabrak tong sampah. Sekali ini enggak ada orang yang lihat. Karena malu ia ngoceh sendiri. "Udah tau jalan sempit, ngapain ngebelakangi gue sih! Kan lu gak bisa lihat kalau gue mau lewat."

Selasa, 13 Desember 2011

"Puisi Cinta (#2)"


…
Istriku

-o0o-
Menandai hari,  tanjung duren barat
04122011

“Puisi Undur-undur”


Lucu benar sang Undur-undur
menggali lubang buat umpan
tapi ada apa dengan Jabar
wakil gubernur yang mundur
ikut-ikutan Undur-undur?

Undur-undur memang jalan mundur
kemajuan jaman tetap saja mundur
tapi ada apa dengan persatuan sipakbola
RD jarang cukur yang jujur
Ikut-ikutan Undur-undur?

Lucu nian si Undur-undur
meski tidur badan terkubur
tapi ada apa dengan orang itu mundur
kami menunggu kebenaran yang jujur

Kalau itu tak lagi ikut-ikutan undur-undur
mereka bukan ngelantur
apalagi alasan yang ngawur
tapi tunggu saja barisan lainnya ikut mundur
sampai ke belakang pintu dapur
ikut terngelam jebakan Undur-undur
rahasia itu ikut terkubur
-o0o-

Menandai hari, 14-12-2011, celaka duabelas
Rame-rame menyelamatkan diri

“Puisi Kematian”


Ketika Sondang tak mengejar kondang
karena kau membakar diri
bukan patah hati
tetapi frustasi
urusan cinta orang-orang dewasa
kompleks
tak didengar gak sanggup makar
tak digubris  gak rela nadi diiris
memilih menyalakan api di hati
sampai memberangus jati
harga sabun mengalahkan opera
rame orang kampung gak ngerti ikut ngantri
oplah diam mengalahkan bungkam

Politik itu!  
semakin pol semakin menggelitik
 bukan berarti harus mati kalau terus mendengar kritik
jika cinta negara tak berbalas bukan berarti bablas
jauh beda umbi dengan talas
jangan samakan yang telah berbeda tapi berilah pilihan
jangan diam saja kalau mau emas
kalau itu pilihan emas buatmu Sondang-Sondang

Ketika Sondang tak kunjung tenang
panas datang dari dalam hatinya
membara di depan istana negara
mengertilah politik adalah kepentingan
kamu juga punya kepentingan
justru jangan seperti Munir bungkam
atau Muhammad Hatta yang memilih diam
atau mengalahnya Hamengku Buwono untuk tahta sesungguhnya
bahkan syair Broery tentang Lidah Tak Bertulang tentang janji
bahkan Obie Mesakh dengan Hati Yang Luka beralih irama melayu
bahkan grup Kus Plus mengalahkan golongan Beatles dan keluarga Soe-Soe
lihatlah kepentingannya wahai Sondang
sekarang apa punyamu
begitu marahnya kah?

Atau ngambek dengan jalan bête
gue kate orang pendek
bukannya matek karne kere
bercermin di plat mobil anggota DPR
umur belum uzur jangan sampai kufur
DPR tak mikir dapur
MPR gak mungkin mampir
bedakan dulu aduhai Sondang-Sondang
rapatkan barisan dalam sembah Hyang

Bukanlah mudah menarik urat lucu
merekam denyut kehidupan menjadi tawa
mahal harganya merawat jagat
mengerti artinya indah dan asri dari hutan yang gundul
bersama panggilan jiwa yang meletup-letup
dari kesenian para wali rakyat duduk nikmat
mangkir sayhwat ketika wajah berurat
penuh dan sesak membrojoli celah hati

tau gak pentingnya tawa
itu mengapa pelawak bisa kaya
unjuk rasa Warkop dengan karya
itu bukan sekedar tawa
itu
itu!!!!
rasakan dulu duhai Sondang-Sondang lainnya
barulah baca syair mati ketawa cara Rusia

tak pernahkah kalian lihat Sondang tersenyum karena hangat?
tak pernahkah kalian wajah Sondang memerah karena cinta?

Hari ini wapres meneriakan perayaan nUsantara
tanpa Sondang sebagai warganya
hari ini mentri meneriakan hari kesetiakawanan
lagi-lagi tanpa suara lantang Sondang dalam diamnya
teroris atau bukan
penjual terasi atau anak penjual kencur
pegawai yang gak lagi punya gawai
mati bukan solusi
mengkultuskan bunuh diri untuk unjuk gigi
baca dulu buku panduan mati ketawa ala Gus Dur
sampai sakit-sakitan masih mau ngatur
karena ia tau bakal mati juga
tapi ngelantur itu bukan ngawur
dengar bisikan untuk menyatukan perbedaan
Adidaya aja ketawa melihatnya
mengapa orang buta mengatur jalan raya
hanya karena mau belajar nyetir
negara yang sudah punya jalannya
tapi presidennya belum pernah merasakan nyetir sendiri
terlalu banyak bisikan yang menjadi panduan tawa buatnya

Generasi berganti dengan Sephia kekasih gelapnya
virus hepatitis jadi isu kritis mengalahkan Fesbuk dan Tuiter
ambrol jembatan tak menghentikan kita dan Suster Ngesot jalan terus
hal lain dengan pelajar yang tawuran menggeser buruh yang bakar-bakaran
atau matinya penumpang di angkot atau taksi
perampokan emas yang membuat penyelidik mati lemas
pedagang kaki lima jual asahan pisau

Rakyat bukan lagi penonton bahkan ikutan jadi artis
kalau di luar sana artis masuk LSM dikita masuk parlemen
aparat jadi artis dan artis jadi wali rakhayat
karena sorot kamera bikin terlena
di dewan tetap menjaga eksis walau artis tak lagi laris
tapi Sondang mengapa tak dulu mengejar kondang
kalau pun mati akan diperingati

Cermin di rumah Sondang bukan buatan China
Kabur keluar negri jadi trendi pake paspor keponakan sendiri
tapi kumandang Sondang telah sampai keluar angkasa
tetap perlu bungkus yang mengena
Batman aja butuh Robin
Clark Kent cengeng terjebak cinta Lana
Mike Tyson frustasi tak bisa meninju ia menggigit
pagar rumah bertuliskan anjing galak di Bukit Tinggi jadi anjing tawa
iklan rokok pake model bukan para perokok agar rakyat tetap membeli rokok

Mengapa Munir tak butuh Sondang?
jangan mikir kalau sudah kondang!

Rakyat butuh tong sampah yang banyak
bukan larangan membuang sampah sembarangan
jika tidak ada wadah
bukan berarti memilih obat anti nyamuk untuk mengobati hidup
karena dana pengobatan jadi alasan subsidi BBM
jangan melarang mencuri kalau subsidi salah arti
bumi tak lagi dipijak
langit memang tak bisa dijunjung
menerawang di bumi yang terkembang menjadi asbak

Aku sudahi pembicaraan bungkam dengan Sondang Diam
baru kenal kok rasanya telah lama
selamat tidur sobat
agar farises di jidat menjadi terawat bukan jerawat
tersenyumlah kau di tidur indahmu
aku jarang lihat senyummu
aku tak mau yang lain salah arti
bukan mati yang dijunjung tinggi
tapi perjuangan agar yang lain tidak mati

-o0o-
Menandai hari, 14-12-2011, celaka dua belas!
Peramal Purwakarta lagi coba keberuntungan mengalahkan Mamah Lorent
“Mumpung masih kosong,” katanya aji mumpung.

"Jejak"


Karena kau cinta  
karena cinta itu
karena cinta itu
aku hidup sampai sekarang untuk mengalaminya
hari ini
bila dilihat melampaui hari ini
jika cinta yang harus hilang lagi
jika cinta yang seharusnya menghilang lagi
akan nasib aku tidak bisa mencintai
itulah takdirku
mengapa kita bertemu dengan begitu banyak angan-angan
aku mencintaimu sebelum aku pergi
aku tidak akan melupakan apa yang kita buat
dan waktu kita bersama-sama
aku akan selalu berada disismu
dan aku melakukan dengan mu
semua yang kau katakan
seperti seluruh hidupku menjanjikan
yang aku tidak bisa memberi
karena aku tidak bisa menjaganya
tanpa berkata “Maafkan aku”
sepertinya aku tidak bisa melakukan apa pun
karena kau cinta
karena cinta itu
karena cinta itu
karena cinta itu
aku berteriak
yang aku tau hanya kamu
aku tak pernah berfikir cinta ku itu bodoh
aku tak pernah berfikir kau bodoh

Kala semua cahaya tak lagi membekas
selalu saja kebenaran berbungkus cahaya
membuta hari
sejak terakhir hari itu kenangan berkas cahaya mu
aku mencintaimu sebelum aku pergi
bertemu mu lagi tak akan ku sadari
aku pria tak bermata meraba ke segala arah
karena kau cinta
karena cinta itu
karena cinta itu
karena cinta itu
kau menemani hati
menjadi hari kemarin dan kenangan
tak perlu kau katakan “Maafkan aku”
karena aku yang pergi
sudah nasib ku tak melihat lagi
tidak aku sesali diri

Walau masih menyayangi hanya di hati
untuk selama-lamanya begini
sepertinya kau telah menemukanku
aku rasakan itu
tak lagi ku sadari wujudmu
tapi kehadiranmu ku mengerti
kau berdiri diam menangisi
tetapi aku tetap akan melewati
dirimu
untuk pergi
sepotong doa akan bertemu kau di dunia lain
ku maafkan diri

-o0o-
Menandai hari, 13-12-11
Senja merah